Isu Persampahan
Kategori Kolaborator
Lokasi #IkutGerak
SEARCH MAP
Peta ini berisikan kegiatan para kolaborator dalam rangka #PESAN2017 (PEkan SAmpah Nasional 2017) dalam menuju Indonesia #BebasSampah2020
Hybrid
Roadmap
Satellite
Terrain
Traffic
Bicycle
  • Drag Option
  • Home
  • My Location
  • Zoom In
  • Zoom Out
BERGERAK #BebasSampah2020

Countdown

2017/02/19 00:00:00

Kota / Kabupaten

2015 (20)
2016 (155)
2017

Komunitas

2015 (61)
2016 (1024)
2017
null

#BikinGerak

Bagi kamu yang ingin menjadi inisiator/penggerak/penyelenggara kegiatan/tuan rumah di wilayahmu,

>>Klik disini untuk DAFTAR #IkutGerak<<

null
#IkutGerak
#CaraGerak


Select category or search...
FAQ

Apakah diperlukan untuk mendaftar terlebih dahulu?

Ya, sangat diperlukan. Pendaftaran ditujukan agar:

  1. Mendata siapa saja komunitas/individu yang terlibat dalam gerakan aksi nasional ini. Berdasarkan data tersebut, setiap komunitas/individu akan di­​-follow up terkait keikutsertaannya, koordinasi teknis kegiatan secara terpusat, dan diskusi lainnya terkait gerakan aksi ini
  2. Mendata, menghitung, dan mengukur jumlah masa yang berpartisipasi aktif dalam gerakan aksi ini. Data akan digunakan sebagai ukuran keberhasilan kuantitatif dari kepedulian masyarakat terhadap isu persampahan.
  3. Memberikan informasi/edukasi dan publikasi acara kepada publik secara lebih jelas melalui platform website http://bergerak2016.bebassampah.id dan platform sosial media lainnya.

Siapa sajakah yang dapat berpartisipasi?

Siapapun. Setiap komunitas/lembaga/organisasi/NGO/paguyuban dan sejenisnya dapat berpartisipasi dalam gerakan aksi ini, tanpa memandang latar belakang dan scope kegiatan (No SARAP -Suku Agama Ras Antar golongan Politik ) selama mempunyai ketertarikan serta semangat untuk membantu menyukseskan visi Indonesia Bebas Sampah 2020.

Apa sajakah yang dapat dilakukan oleh komunitas?

Secara garis besar, ada dua peran besar yang dapat teman-­teman komunitas pilih dan lakukan:

  1. Kolaborator. Peran ini​ fungsinya adalah mengkoordinir relawan dan/atau komunitas­-komunitas di kotanya masing-­masing untuk bersama­-sama dalam mengkonsep, mempersiapkan, mengorganisir, melaksanakan, mendokumentasikan gerakan aksi HPSN 2016 ini, serta ikut berpartisipasi aktif dalam “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing­-masing​.
  2. Relawan​. Peran ini mempunyai tanggung jawab dalam berpartisipasi aktif dan ikut serta dalam meramaikan gerakan “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing-­masing. Relawan juga dapat membantu mendokumentasikan acara dan sangat diharapkan untuk menyebar­luaskan gerakan aksi ini melalui media sosial/blog/website yang dimiliki oleh masing­-masing komunitas.

Apakah ada ketentuan dalam waktu dan lokasi pelaksanaan? ­

Tidak ada. Kami fleksibel untuk dua hal tersebut. Kami memberikan kebebasan terhadap waktu dan tempat pelaksanaan selama itu dilakukan serentak pada tanggal ​21 Februari 2016​. FYI, gerakan aksi ini akan dilaksanakan secara serempak di berbagai kota (minimal 20 kota) di Indonesia.

Apakah ada batasan lingkungan/wilayah pelaksanaan?

Tidak ada. Kami juga fleksibel untuk itu. Kami memberi kebebasan terkait lingkungan/wilayah pelaksanaan. Teman-­teman kominitas dapat melaksanakan gerakan aksi ini di ​berbagai lingkungan/wilayah di sekitar kotanya masing-masing​, sebagai contoh di:

  1. Lokasi keramaian seperti lokasi Car Free Day (CFD), sekolah/kantor, pusat perbelanjaan, dsb.
  2. Lingkungan kawasan sungai, pantai/pesisir, laut, dsb.
  3. Lingkungan kawasan gunung, bukit, hutan lindung, pendakian, dsb.
  4. Sekitar daerah wisata, cagar budaya, dsb.
  5. Dan lain-lain.

Untuk berpartisipasi, bagaimana teknis pendaftaran dilakukan?

  • Teman-­teman komunitas, yang mempunyai ketertarikan serta semangat untuk membantu menyukseskan gerakan aksi ini, dapat menghubungi dan berkomunikasi langsung dengan Contact Person (CP)/Leisure Officer (LO) yang sudah kami sediakan.
  • Setiap komunitas akan mempunyai LO-nya masing-masing. Mereka akan berkomunikasi langsung dengan teman­-teman komunitas, baik melalui media sosial, email, pesan singkat/SMS, ataupun melalui sambungan telepon.
  • Teman-­teman komunitas akan diminta untuk memberikan ​pernyataan​/statement ketertarikan, melengkapi data, mengisi ​form pendaftaran​, dan berdiskusi lebih lanjut terkait hal tersebut (jika masih ada yang kurang jelas).
  • Jika teman-teman komunitas mempunyai kenalan, komunitas atau individu, lain yang sekiranya mempunyai ketertarikan dan semangat yang sama untuk bergabung dan berkolaborasi di gerakan aksi HPSN 2016 ini, silahkan menghubungi dan memberikan informasinya ke LO masing-masing. Komunitas baru tersebut akan dihubungi (atau bisa juga menghubungi) CP/LO dari tim Community Relation (CR) yang tercantum di media/website.

Setalah selesai mendaftar, apa yang kami dapatkan?

Setelah selesai mendaftar, setiap komunitas akan mendapatkan dan mempunyai LO​ masing-masing. Mereka akan membantu menghubungkan teman-­teman komunitas dengan komunitas-­komunitas lainnya (diutamakan dalam kota/wilayah yang sama yang telah bergabung). Mereka akan memberikan semua informasi/update yang berkaitan dengan penyelenggaraan gerakan aksi ini. Mereka juga akan membantu teman-teman Relawan untuk terhubung dengan Relawan lain dan dengan Kolaborator.

Bagaimana hubungan antara Kolaborator, Relawan, dan LO?

  • Untuk sementara waktu, LO akan menjadi jalur penghubung informasi dan koordinasi/komando hingga terpilihnya Kolaborator. Setelah Kolaborator di kota tersebut ada, komunitas-komunitas, yang berperan sebagai Relawan, akan mempunyai jalur koordinasi/komando langsung kepada Kolaborator-nya. Sedangkan jalur informasi LO-Relawan akan tetap ada untuk memperlancar penyaluran infomasi dari panitia HPSN 2016 ke Relawan (komunitas-komunitas).
  • Teman­-teman Relawan diwajibkan untuk saling ​berkoordinasi​ dengan Relawan lain dan dengan Kolaborator di kota/wilayahnya masing­-masing terkait ​segala bentuk persiapan menuju hari-H.
  • Selama masa persiapan, LO akan secara rutin memberikan informasi dan update terbaru. Lo juga akan memantau/follow up perkembangan masa persiapan yang dilakukan oleh Kolaborator + Relawan di kotanya masing-masing.
  • Kolaborator + Relawan di tiap kota diwajibkan pula untuk membantu mempromosikan/mensosialisasikan​ gerakan aksi ini, serta mengajak sebanyak­banyaknya kenalan, teman, komunitas, dan pihak lain untuk ikut serta. Contoh sederhananya yakni dapat dilakukan dengan saling mention di media sosial dengan hashtag “#BebasSampah2020”, follow akun @BebasSampahID, rutin mengunjungi website bergerak.bebassampah.id, dll

Bagaimana sistem persiapan yang harus dilakukan?

  • Dimulai dari masa persiapan, kami mengharapkan Kolaborator dan Relawan dapat saling berkoordinasi bersama​ dalam mengkonsep, mempersiapkan, mengorganisir, melaksanakan, mendokumentasikan rangkaian acara HPSN 2016 ini, serta ikut berpartisipasi aktif dalam “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing­masing​.
  • Setiap Kolaborator dan Relawan di kotanya masing­masing mempunyai kebebasan dalam menentukan lingkungan/wilayah pelaksanaan, jadwal (teknis waktu) pelaksanaan, serta tambahan rangkaian acara lainnya selama itu dikoordinasikan ke panitia HPSN 2016 melalui LO.
  • Selama masa persiapan pula, agar kebersamaan dan kolaborasi gerakan aksi nasional ini semakin terasa, kami akan memberikan ​rekomendasi­-rekomendasi​ yang dapat diikuti. Rekomendasi ini akan disampaikan langsung melalui LO masing­-masing sejalan dengan follow-­up yang dilakukan. Salah satu contohnya adalah: waktu pelaksanaan untuk aksi #KerjaBaktiNasional kami rekomendasikan dilaksanakan pada pukul 06:00 dan kemudian dapat dilanjut dengan diskusi/ngobrol santai. Dua hal tersebut adalah yang utama.

Apa sajakah peralatan yang harus dipersiapkan untuk hari-H?

Perlengkapan/peralatan untuk kelompok/tim, yakni:

Dua jenis kantung pilah sampah. Siapkan dua jenis kantung :

  • Kantung A: untuk  sampah kering yang masih memiliki nilai dan bisa didaur ulang , yakni:

✓Botol dan gelas  plastik,

✓Botol  dan gelas kaca,

✓Kaleng,

✓Kertas,  kardus, koran

✓Kresek.

  • Kantung B: Sampah sisanya yang ditemukan, dimasukan ke kantung ini (contoh: puntung rokok, sterofoam, tisu, kemasan ciki, indomie)

Perlengkapan/peralatan untuk individu, yakni:

  1. Tumbler / tempat minum
  2. Topi dan sarung tangan

Apa sajakah yang harus dipersiapkan?

KOLABORATOR:

  • Mengumpulkan dan mengkoordinasikan kegiatan dengan komunitas-komunitas setempat (hubungi LO untuk meminta informasi terkait komunitas-komunitas)
  • Bersama dengan para komunitas relawan mempromosikan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017) kepada masyarakat setempat melalui berbagai media
  • Merencanakan  lokasi pelaksanaan (titik awal dan titik akhir),  waktu, dan teknis pelaksanaan (direkomendasikan untuk dimulai maksimal jam 06.30)
  • Mempersiapkan perlengkapan untuk hari H
  • Mempersiapkan acara tambahan di titik akhir bersama dengan para komunitas relawan (opsional).  Acara tambahan dapat berupa: kelas dongeng, workshop, dan masih banyak lagi.
  • Menghubungi pemerintah setempat atau mencari tahu pihak terkait (seperti bank sampah, lapak) untuk menentukan lokasi pengumpulan sampah terakhir dan tindak lanjut pengelolaan sampah sehinga pilahan tidak tercampur.
  • Mencari sponsor ( opsional ) untuk pendanaan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan masing-masing.

RELAWAN:

  • Relawan individu maupun komunitas dapat menghubungi kolaborator di wilayah setempat untuk mendapatkan informasi tentang persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017)
  • Bersama dengan kolaborator mempromosikan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017) kepada masyarakat setempat melalui berbagai media.
  • Mempersiapkan perlengkapan untuk hari H

Bagaimana pelaksanaan gerakan aksi pada saat hari-­H?

Secara garis besar rangkaian acara utama, adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan titik lokasi ​start dan finish​ “​Aksi #KerjaBakti Nasional” di kota masing­masing​. (jarak titik start-finish sekitar 2 KM)
  2. Berjalan/jogging santai di sepanjang jalur yang sudah ditentukan, sembari:

a.    Melihat lingkungan sekitar dan memungut sampah yang ditemukan.

b.    Setelah sampah dipungut, sampah harus dipilah dalam 2 kategori yang sudah ditentukan, yakni kategori ​sampah bisa didaur ulang​ dan kategori ​sampah tidak bisa di daur ulang​. Tiap jenis sampah akan dimasukan ke dalam kantung sampahnya masing-­masing.

 

3. Ditutup dengan:

  1. Pendataan dan pengukuran sampah yang terkumpul dari dua jenis kantung tersebut (*Pengukuran bisa dilakukan berdasarkan berat ataupun estimasi jumlah kantung yang terisi)
  2. Sesi ​diskusi/ngobrol santai​ antar komunitas­komunitas, antar relawan­relawan, di kota tersebut terkait isu­-isu persampahan.

* Rekomendasi tambahan rangkaian acara:

  1. Mendongeng.
  2. Workshop terkait produk kreasi sampah.
  3. Penampilan seni.
  4. Dan acara kreatif lainnya.

Apa yang harus kita lakukan saat memilah sampah?

Sampah yang sudah dipungut, harus dipilih dan dipilah kedalam ​2 jenis kantung​ plastik yang sudah dipersiapkan sebelumnya:

  1. Kantung untuk benda yang bisa di daur ulang (contoh: botol dan gelas plastik, botol kaca, kaleng, kertas dan koran, kardus, kresek).
  2. Kantung untuk benda yang tidak bisa di daur ulang (sampah sisanya yang ditemukan, dimasukan ke kantung ini).

Sampah yang sudah terpilah akan dibagaimanakan?

Sampah yang sudah terkumpul dan terpilah tersebut sangat disarankan untuk ditimbang beratnya (pengukuran bisa dilakukan berdasarkan total berat dari seluruh kantung plastik ataupun secara sederhana berdasarkan estimasi jumlah total kantung plastik yang terisi).

·         Kolaborator dan Relawan disarankan untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk pengangkutan terpilah ataupun mengecek ​portal website BebasSampahID untuk mencari informasi lokasi TPS terdekat.

Apa saja topik yang bisa dibahas saat diskusi/ngobrol santai?

Adapun beberapa rekomendasi topik untuk didiskusikan, yakni:

  • Sharing kondisi persampahan, dan solusi­ solusi yang bisa dilakukan.
  • Apa yang akan dilakukan dan ingin dicapai menuju peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun depan. Tentunya setiap tahun harus selalu ada kemajuan.
  • Target masing­-masing komunitas menuju ​#IndonesiaBebasSampah2020.
  • Pemanfaatan portal persampahan seperti ​BebasSampahID, QLUE​ untuk mendekatkan pengelolaan sampah di masyarakat.
  • Dan lain-lain

Apakah Kolaborator dan Relawan perlu menyediakan konsumsi untuk peserta yang berpartisipasi?

Tidak diwajibkan. Disesuaikan saja dengan kebutuhan daerah.

Apakah ada jumlah minimal peserta untuk perwakilan tiap komunitas?

Ya ada. Jumlah peserta untuk dapat mewakili komunitas minimal berjumlah 5 orang.

Apakah ada dress code tertentu untuk mengikuti gerakan aksi ini?

Tidak ada. Disesuaikan oleh komunitas masing-­masing di daerah.

FOLLOW UP DAN KEBERLANJUTAN GERAKAN

Follow up dan monitoting gerakan

Kolaborator melaporkan kegiatan yang telah   dilakukan dengan mengedit informasi pada mendaftar #IkutGerak di website, mencakup:

  • Jumlah relawan setiap komunitas dan partisipan yang hadir
  • Jumlah sampah yang terkumpul dan tindak lanjut sampah.
  • Ide-ide dan masukan hasil diskusi / obrolan santai
  • Pengalaman unik dan menarik pada saat kegiatan berlangsung
  • Kritik dan saran yang membangun
  • Dokumentasi kegiatan
+ Persiapan

Apakah diperlukan untuk mendaftar terlebih dahulu?

Ya, sangat diperlukan. Pendaftaran ditujukan agar:

  1. Mendata siapa saja komunitas/individu yang terlibat dalam gerakan aksi nasional ini. Berdasarkan data tersebut, setiap komunitas/individu akan di­​-follow up terkait keikutsertaannya, koordinasi teknis kegiatan secara terpusat, dan diskusi lainnya terkait gerakan aksi ini
  2. Mendata, menghitung, dan mengukur jumlah masa yang berpartisipasi aktif dalam gerakan aksi ini. Data akan digunakan sebagai ukuran keberhasilan kuantitatif dari kepedulian masyarakat terhadap isu persampahan.
  3. Memberikan informasi/edukasi dan publikasi acara kepada publik secara lebih jelas melalui platform website http://bergerak2016.bebassampah.id dan platform sosial media lainnya.

Siapa sajakah yang dapat berpartisipasi?

Siapapun. Setiap komunitas/lembaga/organisasi/NGO/paguyuban dan sejenisnya dapat berpartisipasi dalam gerakan aksi ini, tanpa memandang latar belakang dan scope kegiatan (No SARAP -Suku Agama Ras Antar golongan Politik ) selama mempunyai ketertarikan serta semangat untuk membantu menyukseskan visi Indonesia Bebas Sampah 2020.

Apa sajakah yang dapat dilakukan oleh komunitas?

Secara garis besar, ada dua peran besar yang dapat teman-­teman komunitas pilih dan lakukan:

  1. Kolaborator. Peran ini​ fungsinya adalah mengkoordinir relawan dan/atau komunitas­-komunitas di kotanya masing-­masing untuk bersama­-sama dalam mengkonsep, mempersiapkan, mengorganisir, melaksanakan, mendokumentasikan gerakan aksi HPSN 2016 ini, serta ikut berpartisipasi aktif dalam “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing­-masing​.
  2. Relawan​. Peran ini mempunyai tanggung jawab dalam berpartisipasi aktif dan ikut serta dalam meramaikan gerakan “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing-­masing. Relawan juga dapat membantu mendokumentasikan acara dan sangat diharapkan untuk menyebar­luaskan gerakan aksi ini melalui media sosial/blog/website yang dimiliki oleh masing­-masing komunitas.

Apakah ada ketentuan dalam waktu dan lokasi pelaksanaan? ­

Tidak ada. Kami fleksibel untuk dua hal tersebut. Kami memberikan kebebasan terhadap waktu dan tempat pelaksanaan selama itu dilakukan serentak pada tanggal ​21 Februari 2016​. FYI, gerakan aksi ini akan dilaksanakan secara serempak di berbagai kota (minimal 20 kota) di Indonesia.

Apakah ada batasan lingkungan/wilayah pelaksanaan?

Tidak ada. Kami juga fleksibel untuk itu. Kami memberi kebebasan terkait lingkungan/wilayah pelaksanaan. Teman-­teman kominitas dapat melaksanakan gerakan aksi ini di ​berbagai lingkungan/wilayah di sekitar kotanya masing-masing​, sebagai contoh di:

  1. Lokasi keramaian seperti lokasi Car Free Day (CFD), sekolah/kantor, pusat perbelanjaan, dsb.
  2. Lingkungan kawasan sungai, pantai/pesisir, laut, dsb.
  3. Lingkungan kawasan gunung, bukit, hutan lindung, pendakian, dsb.
  4. Sekitar daerah wisata, cagar budaya, dsb.
  5. Dan lain-lain.

Untuk berpartisipasi, bagaimana teknis pendaftaran dilakukan?

  • Teman-­teman komunitas, yang mempunyai ketertarikan serta semangat untuk membantu menyukseskan gerakan aksi ini, dapat menghubungi dan berkomunikasi langsung dengan Contact Person (CP)/Leisure Officer (LO) yang sudah kami sediakan.
  • Setiap komunitas akan mempunyai LO-nya masing-masing. Mereka akan berkomunikasi langsung dengan teman­-teman komunitas, baik melalui media sosial, email, pesan singkat/SMS, ataupun melalui sambungan telepon.
  • Teman-­teman komunitas akan diminta untuk memberikan ​pernyataan​/statement ketertarikan, melengkapi data, mengisi ​form pendaftaran​, dan berdiskusi lebih lanjut terkait hal tersebut (jika masih ada yang kurang jelas).
  • Jika teman-teman komunitas mempunyai kenalan, komunitas atau individu, lain yang sekiranya mempunyai ketertarikan dan semangat yang sama untuk bergabung dan berkolaborasi di gerakan aksi HPSN 2016 ini, silahkan menghubungi dan memberikan informasinya ke LO masing-masing. Komunitas baru tersebut akan dihubungi (atau bisa juga menghubungi) CP/LO dari tim Community Relation (CR) yang tercantum di media/website.

Setalah selesai mendaftar, apa yang kami dapatkan?

Setelah selesai mendaftar, setiap komunitas akan mendapatkan dan mempunyai LO​ masing-masing. Mereka akan membantu menghubungkan teman-­teman komunitas dengan komunitas-­komunitas lainnya (diutamakan dalam kota/wilayah yang sama yang telah bergabung). Mereka akan memberikan semua informasi/update yang berkaitan dengan penyelenggaraan gerakan aksi ini. Mereka juga akan membantu teman-teman Relawan untuk terhubung dengan Relawan lain dan dengan Kolaborator.

Bagaimana hubungan antara Kolaborator, Relawan, dan LO?

  • Untuk sementara waktu, LO akan menjadi jalur penghubung informasi dan koordinasi/komando hingga terpilihnya Kolaborator. Setelah Kolaborator di kota tersebut ada, komunitas-komunitas, yang berperan sebagai Relawan, akan mempunyai jalur koordinasi/komando langsung kepada Kolaborator-nya. Sedangkan jalur informasi LO-Relawan akan tetap ada untuk memperlancar penyaluran infomasi dari panitia HPSN 2016 ke Relawan (komunitas-komunitas).
  • Teman­-teman Relawan diwajibkan untuk saling ​berkoordinasi​ dengan Relawan lain dan dengan Kolaborator di kota/wilayahnya masing­-masing terkait ​segala bentuk persiapan menuju hari-H.
  • Selama masa persiapan, LO akan secara rutin memberikan informasi dan update terbaru. Lo juga akan memantau/follow up perkembangan masa persiapan yang dilakukan oleh Kolaborator + Relawan di kotanya masing-masing.
  • Kolaborator + Relawan di tiap kota diwajibkan pula untuk membantu mempromosikan/mensosialisasikan​ gerakan aksi ini, serta mengajak sebanyak­banyaknya kenalan, teman, komunitas, dan pihak lain untuk ikut serta. Contoh sederhananya yakni dapat dilakukan dengan saling mention di media sosial dengan hashtag “#BebasSampah2020”, follow akun @BebasSampahID, rutin mengunjungi website bergerak.bebassampah.id, dll

Bagaimana sistem persiapan yang harus dilakukan?

  • Dimulai dari masa persiapan, kami mengharapkan Kolaborator dan Relawan dapat saling berkoordinasi bersama​ dalam mengkonsep, mempersiapkan, mengorganisir, melaksanakan, mendokumentasikan rangkaian acara HPSN 2016 ini, serta ikut berpartisipasi aktif dalam “​Aksi #KerjaBaktiNasional” di kotanya masing­masing​.
  • Setiap Kolaborator dan Relawan di kotanya masing­masing mempunyai kebebasan dalam menentukan lingkungan/wilayah pelaksanaan, jadwal (teknis waktu) pelaksanaan, serta tambahan rangkaian acara lainnya selama itu dikoordinasikan ke panitia HPSN 2016 melalui LO.
  • Selama masa persiapan pula, agar kebersamaan dan kolaborasi gerakan aksi nasional ini semakin terasa, kami akan memberikan ​rekomendasi­-rekomendasi​ yang dapat diikuti. Rekomendasi ini akan disampaikan langsung melalui LO masing­-masing sejalan dengan follow-­up yang dilakukan. Salah satu contohnya adalah: waktu pelaksanaan untuk aksi #KerjaBaktiNasional kami rekomendasikan dilaksanakan pada pukul 06:00 dan kemudian dapat dilanjut dengan diskusi/ngobrol santai. Dua hal tersebut adalah yang utama.
+ Teknis Hari-H

Apa sajakah peralatan yang harus dipersiapkan untuk hari-H?

Perlengkapan/peralatan untuk kelompok/tim, yakni:

Dua jenis kantung pilah sampah. Siapkan dua jenis kantung :

  • Kantung A: untuk  sampah kering yang masih memiliki nilai dan bisa didaur ulang , yakni:

✓Botol dan gelas  plastik,

✓Botol  dan gelas kaca,

✓Kaleng,

✓Kertas,  kardus, koran

✓Kresek.

  • Kantung B: Sampah sisanya yang ditemukan, dimasukan ke kantung ini (contoh: puntung rokok, sterofoam, tisu, kemasan ciki, indomie)

Perlengkapan/peralatan untuk individu, yakni:

  1. Tumbler / tempat minum
  2. Topi dan sarung tangan

Apa sajakah yang harus dipersiapkan?

KOLABORATOR:

  • Mengumpulkan dan mengkoordinasikan kegiatan dengan komunitas-komunitas setempat (hubungi LO untuk meminta informasi terkait komunitas-komunitas)
  • Bersama dengan para komunitas relawan mempromosikan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017) kepada masyarakat setempat melalui berbagai media
  • Merencanakan  lokasi pelaksanaan (titik awal dan titik akhir),  waktu, dan teknis pelaksanaan (direkomendasikan untuk dimulai maksimal jam 06.30)
  • Mempersiapkan perlengkapan untuk hari H
  • Mempersiapkan acara tambahan di titik akhir bersama dengan para komunitas relawan (opsional).  Acara tambahan dapat berupa: kelas dongeng, workshop, dan masih banyak lagi.
  • Menghubungi pemerintah setempat atau mencari tahu pihak terkait (seperti bank sampah, lapak) untuk menentukan lokasi pengumpulan sampah terakhir dan tindak lanjut pengelolaan sampah sehinga pilahan tidak tercampur.
  • Mencari sponsor ( opsional ) untuk pendanaan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan masing-masing.

RELAWAN:

  • Relawan individu maupun komunitas dapat menghubungi kolaborator di wilayah setempat untuk mendapatkan informasi tentang persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017)
  • Bersama dengan kolaborator mempromosikan kegiatan Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 (21 Februari 2017) kepada masyarakat setempat melalui berbagai media.
  • Mempersiapkan perlengkapan untuk hari H

Bagaimana pelaksanaan gerakan aksi pada saat hari-­H?

Secara garis besar rangkaian acara utama, adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan titik lokasi ​start dan finish​ “​Aksi #KerjaBakti Nasional” di kota masing­masing​. (jarak titik start-finish sekitar 2 KM)
  2. Berjalan/jogging santai di sepanjang jalur yang sudah ditentukan, sembari:

a.    Melihat lingkungan sekitar dan memungut sampah yang ditemukan.

b.    Setelah sampah dipungut, sampah harus dipilah dalam 2 kategori yang sudah ditentukan, yakni kategori ​sampah bisa didaur ulang​ dan kategori ​sampah tidak bisa di daur ulang​. Tiap jenis sampah akan dimasukan ke dalam kantung sampahnya masing-­masing.

 

3. Ditutup dengan:

  1. Pendataan dan pengukuran sampah yang terkumpul dari dua jenis kantung tersebut (*Pengukuran bisa dilakukan berdasarkan berat ataupun estimasi jumlah kantung yang terisi)
  2. Sesi ​diskusi/ngobrol santai​ antar komunitas­komunitas, antar relawan­relawan, di kota tersebut terkait isu­-isu persampahan.

* Rekomendasi tambahan rangkaian acara:

  1. Mendongeng.
  2. Workshop terkait produk kreasi sampah.
  3. Penampilan seni.
  4. Dan acara kreatif lainnya.

Apa yang harus kita lakukan saat memilah sampah?

Sampah yang sudah dipungut, harus dipilih dan dipilah kedalam ​2 jenis kantung​ plastik yang sudah dipersiapkan sebelumnya:

  1. Kantung untuk benda yang bisa di daur ulang (contoh: botol dan gelas plastik, botol kaca, kaleng, kertas dan koran, kardus, kresek).
  2. Kantung untuk benda yang tidak bisa di daur ulang (sampah sisanya yang ditemukan, dimasukan ke kantung ini).

Sampah yang sudah terpilah akan dibagaimanakan?

Sampah yang sudah terkumpul dan terpilah tersebut sangat disarankan untuk ditimbang beratnya (pengukuran bisa dilakukan berdasarkan total berat dari seluruh kantung plastik ataupun secara sederhana berdasarkan estimasi jumlah total kantung plastik yang terisi).

·         Kolaborator dan Relawan disarankan untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk pengangkutan terpilah ataupun mengecek ​portal website BebasSampahID untuk mencari informasi lokasi TPS terdekat.

Apa saja topik yang bisa dibahas saat diskusi/ngobrol santai?

Adapun beberapa rekomendasi topik untuk didiskusikan, yakni:

  • Sharing kondisi persampahan, dan solusi­ solusi yang bisa dilakukan.
  • Apa yang akan dilakukan dan ingin dicapai menuju peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun depan. Tentunya setiap tahun harus selalu ada kemajuan.
  • Target masing­-masing komunitas menuju ​#IndonesiaBebasSampah2020.
  • Pemanfaatan portal persampahan seperti ​BebasSampahID, QLUE​ untuk mendekatkan pengelolaan sampah di masyarakat.
  • Dan lain-lain

Apakah Kolaborator dan Relawan perlu menyediakan konsumsi untuk peserta yang berpartisipasi?

Tidak diwajibkan. Disesuaikan saja dengan kebutuhan daerah.

Apakah ada jumlah minimal peserta untuk perwakilan tiap komunitas?

Ya ada. Jumlah peserta untuk dapat mewakili komunitas minimal berjumlah 5 orang.

Apakah ada dress code tertentu untuk mengikuti gerakan aksi ini?

Tidak ada. Disesuaikan oleh komunitas masing-­masing di daerah.

+ Lain-lain

FOLLOW UP DAN KEBERLANJUTAN GERAKAN

Follow up dan monitoting gerakan

Kolaborator melaporkan kegiatan yang telah   dilakukan dengan mengedit informasi pada mendaftar #IkutGerak di website, mencakup:

  • Jumlah relawan setiap komunitas dan partisipan yang hadir
  • Jumlah sampah yang terkumpul dan tindak lanjut sampah.
  • Ide-ide dan masukan hasil diskusi / obrolan santai
  • Pengalaman unik dan menarik pada saat kegiatan berlangsung
  • Kritik dan saran yang membangun
  • Dokumentasi kegiatan